Jumat, 27 Januari 2012

SOSIOLOGI SEBAGAI ILMU PENGETAHUAN



 BAB I SOSIOLOGI SEBAGAI ILMU PENGETAHUAN


  

Standar Kompetensi        :
1.     Memahami perilaku keteraturan hidup sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat

Kompetensi Dasar           :
1.1  Menjelaskan fungsi sosiologi sebagai ilmu yang mengkaji hubungan masyarakat dan lingkungan

Indikator Pencapaian Kompetensi :
ü  Mendefinisikan sosiologi sebagai ilmu dan metode
ü  Mendeskripsikan hubungan berbagai konsep tentang realitas sosial
ü  Mengidentifikasi data tentang realitas sosial masyarakat

A.    SEJARAH PERKEMBANGAN SOSIOLOGI
Lahirnya sosiologi sangat berkaitan dengan perubahan social masyarakat di Eropa Barat pada masa Revolusi Industri (Inggris) dan Revolusi Sosial (Perancis). Kedua revolusi tersebut pada dasarnya berniat baik, yaitu ingin memperbaiki taraf kehidupan masyarakatnya, namun suatu hal yang tak terbayangkan terjadi akibat adanya revolusi tersebut.
Menurut Peter L. Berger, pemikiran Sosiologi berkembang ketika masyarakat menghadapi ancaman terhadap hal yang selama ini dianggap sebagai sesuatu yang memang sudah seharusnya demikian, benar, dan nyata. Oleh Peter L. Berger hal ini disebut threats to the taken-for-granted world. Ketika hal yang sebelumnya menjadi pegangan manusia mengalami krisis, mulailah ia melakukan perenungan tentang kehidupan sosialnya.
L. Laeyendecker (tokoh teori positivisme) pun mengaitkan kelahiran Sosiologi dengan serangkaian perubahan jangka panjang yang melanda di Eropa Barat pada abad pertengahan. Perubahan itu antara lain tumbuhnya kapitalisme pada akhir abad XV, perubahan di bidang social dan politik, perubahan berkenaan dengan reformasi Martin Luther, meningkatnya individualisme, lahirnya ilmu pengetahuan modern, serta berkembangnya kepercayaan pada diri sendiri.
Pendapat tersebut nyaris senada dengan asumsi George Ritzer. Ritzer menjabarkan sejumlah hal yang dianggapnya turut mendorong pertumbuhan Sosiologi sebagai berikut :
a.     Revolusi politik
b.     Revolusi industry dan munculnya kapitalisme
c.     Munculnya sosialisme
d.     Urbanisasi secara besar-besaran
e.     Perubahan di bidang keagamaan
f.      Pertumbuhan ilmu pengetahuan
Tokoh yang sering dianggap sebagai ‘Bapak’ Sosiologi dunia adalah Auguste Comte, seorang ahli filsafat berkebangsaan Perancis. Sementara itu, ‘Bapak’ Sosiologi Indonesia adalah Selo Soemardjan karena kegigihan beliau dalam mengembangkan Sosiologi.

B.    PENGERTIAN SOSIOLOGI
1.     Secara etimologi
Istilah sosiologi merupakan gabungan dari dua kata, yaitu ‘socius’ (dari bahasa Latin, berarti teman atau kawan) dan ‘logos’ (dari bahasa Yunani, berarti kata atau berbicara). Jadi, sosiologi dapat dimaknai sebagai berbicara tentang teman.
2.     Menurut tokoh Sosiologi
a.     Auguste Comte
Comte berpendapat bahwa sosiologi adalah ilmu yang terutama mempelajari manusia sebagai makhluk yang mempunyai naluri untuk senantiasa hidup bersama dengan sesamanya.
b.     Emile Durkheim
Durkheim menyebutkan bahwa sosiologi adalah ilmu yang mempelajari fakta sosial.
TUGAS KELOMPOK:
1)       Carilah 5 pengertian Sosiologi dari tokoh-tokoh sosiologi baik di luar negeri maupun dari Indonesia !
2)       Setelah menkaji sejumlah pengertian sosiologi tersebut, coba diskusikan dan simpulkan pengertian-pengertian sosiologi yang dikemukakan oleh para ahli tersebut bersama teman sekelompok !
 









C.    SOSIOLOGI SEBAGAI ILMU PENGETAHUAN
Menurut Soerjono Soekanto, ilmu dapat didefinisikan sebagai kumpulan pengetahuan yang tersusun secara sistematis dengan menggunakan kekuatan pemikiran (logika), pengetahuan mana haruslah objektif, artinya selalu dapat diperiksa dan diuji secara kritis oleh orang lain yang ingin mengetahuinya.
Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan karena telah memenuhi segenap unsur-unsur ilmu pengetahuan dengan ciri-ciri sebagai berikut :
a.     Sosiologi bersifat empiris, yang berarti bahwa ilmu pengetahuan tersebut didasarkan pada observasi terhadap kenyataan dan akal sehat serta hasilnya tidak bersifat spekulatif.
b.     Sosiologi bersifat teoritis, yaitu ilmu pengetahuan tersebut selalu berusaha untuk menyusun abstraksi dari hasil-hasil observasi. Abstraksi tersebut merupakan kerangka dari unsur-unsur yang tersusun secara logis serta bertujuan untuk menjelaskan hubungan-hubungan sebab akibat, sehingga menjadi teori.
c.     Sosiologi bersifat kumulatif, yang berarti bahwa teori-teori sosiologi dibentuk atas dasar teori-teori yang sudah ada, dalam arti memperbaiki, memperluas serta memperhalus teori-teori  yang lama.
d.     Sosiologi bersifat non-etis, yakni yang dipersoalkan bukanlah baik buruknya fakta tertentu, tetapi tujuannya adalah untuk menjelaskan fakta tersebut secara analitis.
Sebagai ilmu pengetahuan, sosiologi pun mempunyai sifat dan hakikat, yaitu sebagai berikut :
a.     Sosiologi merupakan rumpun ilmu sosial
b.     Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan kategoris (bukan normatif)
c.     Sosiologi merupakan ilmu murni (bukan terapan)
d.     Sosiologi adalah ilmu yang abstrak
e.     Sosiologi bertujuan untuk menghasilkan pengertian-pengertian dan pola umum
f.      Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang rasional, terkait dengan metode yang dipergunakannya
g.     Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan umum, bukan ilmu pengetahuan khusus
Berdasarkan paparan tersebut, terlihat jelas bahwa sosiologi merupakan ilmu sosial yang objeknya adalah masyarakat.
1.     Objek kajian sosiologi
Objek sosiologi adalah masyarakat. Menurut para ahli, pengertian masyarakat masyarakat adalah sebagai berikut :
a.     Mac Iver dan Page
Masyarakat ialah suatu sistem dari kebiasaan dan tata cara, dari wewenang dan kerjasama antara berbagai kelompok dan penggolongan, dari pengawasan tingkah laku serta kebebasan-kebebasan manusia. Keseluruhan yang selalu berubah ini namakan masyarakat.
b.     Ralp Linton
Masyarakat merupakan setiap kelompok manusia yang telah hidup dan bekerja bersama cukup lama sehingga mereka dapat mengatur diri mereka dan menganggap diri mereka sebagai suatu kesatuan sosial dengan batas-batas yang dirumuskan dengan jelas.
c.     Selo Soemardjan
Masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama, yang menghasilkan kebudayaan
2.     Pokok bahasan sosiologi
a.     Emile Durkheim (1858-1917)
Menurut Emile Durkheim, pokok bahasan sosiologi adalah fakta-fakta sosial. Fakta sosial adalah cara bertindak, berfikir, dan berperasaan yang berada di luar individu dan mempunyai kekuatan memaksa dan mengendalikan individu tersebut.
b.     Max Weber (1864-1920)
Menurut Max Weber, sosiologi membahas tindakan sosial. Tindakan sosial adalah tindakan yang dilakukan dengan mempertimbangkan dan berorientasi pada perilaku orang lain. Tindakan sosial dibedakan menjadi :
1)    Tindakan rasional instrumental
2)    Tindakan rasional yang berorientasi nilai
3)    Tindakan tradisional
4)    Tindakan afektif
c.     Karl Marx (1818-1883)
Sumbangan pemikirannya yang terpenting adalah pembagian masyarakat praindustri, terdiri atas dua kelas yaitu kelompok borjuis dan proletar. Borjuis dan proletar akhirnya terlibat dalam revolusi kelas. Kelompok yang diramalkan oleh Marx keluar sebagai pemenang adalah proletar sehingga tercipta masyarakat tanpa kelas.
d.     C. Wright Mills (1916-1962)
Pokok bahasan sosiologi menurut C. Wright Mills adalah khayalan sosiologis. Khayalan sosiologis diperlukan untuk dapat memahami apa yang terjadi di masyarakat maupun yang ada dalam diri manusia. Menurut Mills, dengan khayalan sosiologi, kita mampu memahami sejarah masyarakat, riwayat hidup pribadi, dan hubungan antar keduanya.
Alat untuk melakukan khayalan sosiologis adalah troubles dan issues. Troubles adalah permasalahan pribadi individu dan ancaman terhadap nilai-nilai pribadi. Issues merupakan hal yang ada di luar jangkauan kehidupan pribadi individu.
e.     Peter L. Berger
Pokok bahasan sosiologi menurut Berger adalah pengungkapan realitas sosial. Seorang sosiolog harus mampu menyingkap berbagai tabir dan mengungkapkan tiap helai tabir menjadi suatu realitas yang tidak terduga. Syaratnya, sosiolog tersebut harus mengikuti aturan-aturan ilmiah serta melakukan pembuktian secara ilmiah dan objektif dengan pengendalian prasangka pribadi, pengamatan tabir secara jeli, serta menghindari penilaian normatif.
3.     Metode-metode dalam sosiologi
Ilmu sosiologi mempunyai cara kerja atau metode (method) tersendiri untuk mempelajari objeknya. Meskipun demikian, beberapa metode tersebut juga digunakan oleh ilmu pengetahuan lainnya. Pada dasarnya terdapat dua jenis metode yaitu :
a.     Metode kualitatif
Metode kualitatif adalah metode penelitian yang menggunakan data yang tidak dinyatakan dengan angka-angka, misalnya dengan kata-kata atau simbol. Di dalam metode kualitatif terdapat metode penelitian sebagai berikut :
1)    Penelitian historis, yaitu penelitian yang bertujuan untuk membuat rekonstruksi masa lampau secara sistematis dan objektif, dengan cara mengumpulkan, mengevaluasi, memverifikasikan, serta mensintesiskan bukti-bukti untuk menegakkan fakta dan memperoleh kesimpulan yang kuat.
2)    Penelitian komparatif, yaitu penelitian yang bertujuan untuk menyelidiki kemungkinan hubungan sebab akibat dengan cara melakukan pengamatan terhadap akibat yang ada dan mencari kembali factor yang mungkin menjadi penyebab melalui data tertentu.
b.     Metode kuantitatif
Metode kuantitatif adalah metode penelitian yang menggunakan data yang dapat dinyatakan dalam angka-angka. Yang termasuk metode kuantitatif adalah sebagai berikut :
1)    Metode statistik yang bertujuan menelaah gejala-gejala sosial secara matematis.
2)    Sosiometri yang bertujuan meneliti masyarakat mempergunakan skala-skala dan angka-angka untuk mempelajari hubungan-hubungan antar masyarakat.
Berdasarkan masa berlangsungnya masalah, ada beberapa pendekatan dalam sosiologi untuk menelaah masalah kemasayarakatan, yaitu :
1)    Cross sectional studies
2)    Longitudinal studies
3)    Ex-post facto studies
Pada pelaksanaan metode tersebut di lapangan, terdapat sejumlah instrument (alat) yang lazim digunakan dalam penelitian sosiologi, yaitu :
1)    Angket
2)    Wawancara / interview
3)    Pengamatan / observasi
4)    Studi kepustakaan
4.     Hubungan sosiologi dengan ilmu-ilmu lain
Sosiologi senantiasa terkait dengan ilmu-ilmu lain sepanjang pembahasannya tentang manusia dan masyarakat. Hal ini terlihat dari kajian sosiologi khusus (cabang sosiologi) sbb. :
a.     Sosiologi agama
b.     Sosiologi ekonomi
c.     Sosiologi gender
d.     Sosiologi hukum
e.     Sosiologi industri
f.      Sosiologi kependudukan
g.     Sosiologi pedesaan
h.     Sosiologi perkotaan
i.       Sosiologi pendidikan
j.       Sosiologi pembangunan
k.     Sosiologi politik
5.     Manfaat sosiologi
Berikut ini beberapa manfaat mempelajari sosiologi menurut Dr. Basrowi, M.S. :
a.     Sosiologi dapat memberikan pengetahuan tentang pola-pola interaksi sosial yang terjadi dalam masyarakat
b.     Sosiologi dapat membantu kita untuk mengontrol atau mengendalikan setiap tindakan dan perilaku kita dalam kehidupan masyarakat
c.     Sosiologi mampu mengkaji status dan peran kita sebagai anggota masyarakat, serta dapat membantu kita melihat dunia atau budaya lain yang belum kita ketahui sebelumnya
d.     Dengan bantuan sosiologi, kita akan semakin memahami nilai, norma, tradisi, dan keyakinan yang dianut oleh masyarakat lain serta memahami perbedaan yang ada
e.     Bagi kita sebagai generasi penerus kehidupan, mempelajari sosiologi membuat kita tanggap, kritis dan rasional menghadapi gejala-geala sosial masyarakat yang makin kompleks dewasa ini serta mampu mengambil sikap serta tindakan yang tepat terhadap setiap situasi sosial yang kita hadapi sehari-hari.
Selain itu, menurut Syani, kegunaan sosiologi dapat dikategorikan menjadi empat, seperti berikut :
a.     Kegunaan sosiologi dalam perencanaan sosial
b.     Kegunaan sosiologi dalam penelitian sosial
c.     Kegunaan sosiologi dalam pembangunan
d.     Kegunaan sosiologi dalam pemecahan masalah sosial

D.    KONSEP TENTANG REALITA SOSIAL
Beberapa konsep yang berkembang pada ilmu sosiologi diantaranya adalah sebagai berikut :
a.     Sosialisasi
b.     Kelompok sosial
c.     Stratifikasi sosial
d.     Lembaga sosial
e.     Perubahan sosial
f.      Konflik sosial

E.    DATA REALITAS SOSIAL MASYARAKAT
Dalam mempelajari sosiologi, data memegang peranan yang cukup penting, yaitu sebagai alat pembuktian berbagai teori yang dikemukakan oleh para ahli, selain itu juga sebagai dasar untuk meneliti berbagai kejadian sosial di masyarakat. Data merupakan fakta atau keterangan mengenai fenomena yang terdapat dilapangan. Contoh fenomena sosial yang ada di kehidupan masyarakat sekitar kita yaitu :
1.     Meningkatnya angka kemiskinan
2.     Merebaknya kasus perdagangan anak
3.     Dst.









Tidak ada komentar:

Poskan Komentar